madu ilmiah

Para peneliti dalam bidang kedokteran menyatakan bahwa madu lebah mengandung berbagai khasiat dan manfaat kesehatan yang luar biasa. Termasuk khasiat madu adalah  kemampuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melawan kanker, mencegah penyakit jantung, dan untuk perawatan luka.
1.Madu
Madu lebah sebenarnya adalah himpunan cairan bunga-bungaan, karena madu pada hakekatnya adlah cairan bunga yang dikumpulkan oleh lebah dari berbagai macam bunga. Diantara kandungan madu yang didominasi oleh zat karbohidrat dan zat gula yang berstruktur ganda dan kompleks, madu juga mengandung zat-zat gula berstruktur tunggal (glukosa dan fruktosa). Zat karbohidrat inilah yang menguapkan sebagian besar kandungan gula yang terdapat di dalam madu, sehingga madu dapat “masak”. Madu yang disebut ‘madu masak” adalah madu yang memiliki tingkat kelembaban tidak lebih dari 18% . Pada tahap ini madu telah ditutupi lapisan lilin.
Madu memang hanya sedikit mengandung air dari zat gula, akan tetapi madu mengandung begitu banyak bahan-bahan mineral, berbagai vitamin, berbagai jenis enzim, dan serbuk sari (bee pollen).
Madu memilki warna yang bermacam-macam sesuai dengan sumbernya, Sebagaimana madu juga memiliki aroma yang erbeda sesuai dengan bunga yang menjadi sumbernya. Madu mengandung sedikit protein yang berasal dari cairan bunga atau serbuk sari (bee pollen).
2. Madu dan Pemulihan Luka.
Orang Mesir kuno telah menganjurkan untuk menutupi luka dengan kain katun yang telah direndam dengan madu selama 4 hari.
Baru-baru ini, anjuran kuno itu kembali diujicobakan oleh ahli asal Inggris yang bernama Dr.Michael di Norfolk & Norwich Hospital Inggris. Dalam percobaan ini, madu menunjukkan hasil yang menakjubkan ketika digunakan untuk mengompres luka akibat operasi pengangkatan payudara karena serangan kanker. Operasi tersebut menyebabkan timbulnya luka berlubang yang cukup dalam dan bernanah. Luka tersebut berhasil membaik dalam waktu yang relatif singkat setelah diobati dengan madu. Karena madu memang mengandung beberapa zat gizi yang berperan penting dalam mempercepat proses pembentukan jaringan tubuh, dan madu jugad apt meredam peradangan pada luka bernanah yang sulit pulih.
Madu juga digunakan untuk mengobati luka akibat tembakan peluru. Madu juga dapat menambah kuantitas sekresi glutasium pada luka yang akan membantu terjadinya proses oksidasi dan reduksi serta merangsang pertumbuhan dan pembelahan sel-sel baru yang akan mempercepat kesembuhan. Madu juga dapat memulihkan luka jika diminum.
Madu juga digunakan untuk menenangkan syaraf dan untuk mengobati batuk, sulit tidur (insomnia), peradangan saluran pernafasan, sakit perut, dan pengerutan otot.
3.Madu dan Anak-Anak.
Para dokter spesialis anak pada umumnya merekomendasikan kepada anak-anak yang belum dpat mengendalikan otot-otot pada kandung kemihnya setelah lewat usia 3 tahun, untuk mengkonsumsi 1 sendok madu setiap sebelum tidur. Madu akan segera larut dalam cairan tubuh dan akan membuat ginjal beristirahat sepanjang malam, sehingga hal itu akan menghilangkan kebiasaan anak-anak mengompol. Bagi para orang dewasa juga dianjurkan membiasakan mengkonsumsi madu setiap sebelum tidur untukmenghindarkan diri dari bangun tidur untuk buag air kecila pada saat terlalu dini.
Di salah satu Rumah Sakit di Spanyol telah dilakukan sebuah eksperimen terhadap 30 anak selama 6 bulan. Mereka kemudian diperbandingkan dengan anak-anak seusia mereka. Ternyata anak-anak itu memiliki tubuh yang lebih berat, sela darah meraha dan hemoglobin di dalam tubuh mereka juga lebih banyak. Bahan –bahan yang berguna di dalam usus penecernaan juga akan bertambah, dan masih ditambah lagi dengan keangguahan luar biasa yang dimiliki para anak yang biasa mengkonsumsi madu.
Bagi anak-anak yang menderita penyakit radang lambung dianjurkan untuk menkonsumsi madu yang telah dilarutkan dalam air hangat. Dr.Salim Najm telah mempresentasikan hasil penelitiannya di depan Konferensi Kedokteran Islam pada tahnu 1982, bahwasanya madu sangat berguna untuk mengobati penyakit diare yang kronis t=yang tidak diketahui penyebabnya.
Pad abad 16. Daud Al-Anthaki telah menganjurkan menggunakan madu untuk mengobati penderita penyakit kuning (hepatitis) dan keracunan pad aliver. Di Rumah Sakit Universitas di Bologna Italia juga telah membuktikan nbahwa madu memiliki pengaruh menguatkan bagi para penderita penyakit liver. Madu yang dicampur dengan lemon dan minyak zaitun sangat bermanfaat untuk menghadapi penyakit liver dan kantung empedu.

4. Madu dan Penyakit Diabetes
Pada tahun 1929 Dr.Fatif dari Perguruan Tinggi Sofia mengumaumkan bahwa dia telah berhasil mengobati 36 orang anak yang menderita penyakit diabetes dengan memberikan kepada masing-masing mereka 1 sendok the madu pada setiap kali makan  bersama obat-obatan yang telah dikenal. Madu yang dikonsumsi dalam jumlah kecil pada sarapan juga sangat berguna bari para penderita sakit kencing manis, khususnya ketika muncul gejala-gejala penyakit yang mereka derita pada saat mereka memsauki usia 40 tahun. Pada tahap ini, madu menjadibahan paling tepat untuk merangsang pancreas agar memproduksi insulin. Akan tetapi penggunaan madu untuk mengobati keadaan ini harus dengan hati-hati, kaena penggunaan madu dalam jumlah yang berlebihan bisa jadi akan menyebabkan terlalu banyaknya produksi insulin yang akan berakibat terpakainya zat gula yang masuk ke dalam tubuh yang selanjutnya diikuti dengan penggunaan gula yang telah ada dalam darah.
5. Madu, Alergi, Organ Pernafasan dan Rematik.
Dr.William G Peterson dalah seorang dokter spesialis penyakit alergi di Universitas Iowa, Amerika Serikat, telah mengumumkan temuannya bahwa ia berhasil mengobati 22.000 oarang pasien yang menderita alergi dengan memberikan 1 sendok madu  setiap hari kepada mereka. Tingkat keberhasilannya yang dicapainya adalah sebesar 90% dan seluruh kasus yang ditangani.
Untuk mengobati sesak pada bagian dada, batuk-batuk, dan suara serak, campuran bawang dengan madu dapat dibalurkan ke dada. Begitu pula halnya dengan batuk rejan.
Eksperimen kedokteran yang telah dilakukan juga membuktikan bahwa campuran madu dengan bahan makanan yang tidak mengandung vitamin ternyata efektif untuk mengobati pendarahan.
Madu juga terbukti dapat secara efektif dipakai untuk mengobati peradangan pada otot, rematik, radang sendi, peradangan pada saluran pernafasan, dan kelumpuhan pada anak-anak. Caranya adalah dengan memberikan 2 sendok madu pada saat makan, karena ia akan meningkatkan kadar kalsium di dalam darah.
5.Madu dan Keracunan pada janin.
Ketika memasuki sepertiga dari masa kehamilan, kebanyakan ibu hamil yang menunjukkan gejala-gejala penyekit, seperti: pembengkakan pada tubuh, meningkatnya tekanan darah, munculnya cairan putih pada saat buang air kecil (keputihan), dan meningkatnya kdar urea di dalam darah. Gejala-gejala ini muncul disebabkan berkurangnya zat prostaglandin di dalam darah. Dengan mengkonsumsi madu pada setipa pagi dan malam hari bagi para ibu hamil, madu akan dapat memberi efek menenangkan dan akan memperlancar buang air kecil, karena madu mengandung lemak fosfos yang menjadi bahan dasar prostaglandin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar